MusDus (Musyawarah Dusun)

Musdus Lambur IV

Lambur, 10/02/2020- Musyawarah Dusun (Musdus) di empat dusun di Desa Lambur Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan telah dilaksanakan pada minggu ke tiga bulan Januari 2020.

Tujuan daripada Musdus yaitu mengidentifikasi potensi dan permasalahan di lingkungan dusun, yang mencakup bidang sosial-budaya, ekonomi produktif warga, dan sarana prasarana fisik lingkungan, berikut alternatif solusi atau pemecahan masalahnya. Jadi aspirasi warga dusun bisa di serap dan diajukan kepada BPD dan Pemerintah Desa kemudian menetapkan usulan kegiatan prioritas pembangunan yang akan menjadi bahan masukan dalam pelaksanaan Forum Musrenbang Desa.

Kepala Desa Lambur Menyampaikan : “Pembangunan Desa tidak akan berhasil dengan baik, tanpa peran serta masyarakat di dalam perencanaan, untuk itulah diadakan Musdus agar warga bisa ikut berpartisipasi dengan menyampaikan apapun permasalahan dan mengusulkan hal-hal terkait dengan kebutuhan umum masyarakat”

Musdus diadakan untuk menyerap aspirasi dan usulan warga Desa Lambur yang diselenggarakan oleh Tim Penyusun RPJMDes. Jadi apapun kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Lambur ke depan adalah hasil dari usulan-usulan atau gagasan warga Desa Lambur.

Musdus telah dilaksanakan di 4 dukuh yaitu : Dukuh Lambur I RW. 001, Dukuh Lambur I RW.002, Dukuh Lambur II, Dukuh Lambur III dan Dukuh Lambur IV.


Tahapan Penyusunan RPJMDes Desa Lambur Tahun 2019 – 2025

Lambur, 10/02/2020_ Bagi setiap kepala desa yang baru saja terpilih dan dilantik menjadi kepala desa berarti harus menuju tantangan baru. Pertama, sebelum menginjak 3 bulan terpilih, Kepala Desa harus sudah rampung menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa alias RPJMDes. Hal ini termaktub dalam Pasal 79 UU No. 6 tentang Desa Tahun 2014.

RPJMDes adalah rencana pembangunan jangka 6 tahun, sesuai rentang masa jabatan seorang kepala desa untuk sekali masa baktinya. Apa saja yang akan dicapai adalah bagaimana mencapai adalah beberapa hal yang harus terjelaskan dalam RPJMDes. Selain RPJMDes, pemerintahan desa juga harus menyusun Rencana Kerja Pembangunan Desa yang berlaku untuk satu tahun. RKP ini tentu saja haruslah sesuai yang ada dalam RPJMDes.

RPJMDes memuat visi misi kepala desa dan apa yang akan dikerjakannya selama memimpin desanya. Dalam RPJMDes terdapat arah kebijakan pembangunan desa, rencana kegiatan yang meliputi penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan apa saja kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bakal dilakukan pemerintah desa.

Diagram Alur Penyusunan RPJMDes

Agar pembangunan desa bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan maka pembangunan desa itu harus terencana, terkoordinasi, berbatas waktu, dan sesuai dengan kondisi khas masyarakat dan wilayah desa yang bersangkutan. Selain itu pelaksanaan pembangunan desa melibatkan peran aktif masyarakat, perangkat desa, lembaga-lembaga desa, lembaga di tingkat kecamatan dan kabupaten (lembaga supra desa), dan lain-lain. Dokumen RPJM Desa menjadi penting sebagai alat bantu dalam memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan desa, agar arahnya tidak melenceng dari garis-garis yang telah ditetapkan dalam perencanaan pembangunan desa itu sendiri.

Permendagri No.114/2014 Pasal 7 Ayat 3 mengatur tahapan penyusunan RPJM Desa yaitu:

  1. Pembentukan Tim Penyusun RPJMDesa.
  2. Penyelarasan arah kebijakan perencanaan pembangunan kabupaten/kota.
  3. Pengkajian keadaan desa.
  4. Penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah desa
  5. Penyusunan rancangan RPJMDesa.
  6. Penyusunan rencana pembangunan desa melalui musrenbangdesa.
  7. Penetapan RPJM Desa.

PENETAPAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA (APBDES) DESA LAMBUR TAHUN ANGGARAN 2020

Penanda tanganan dokumen APBDes Desa Lambur T.A 2020 oleh Kades dan BPD

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 113 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Dana Desa (DD) diantaranya adalah Transparan, Akuntabel dan Partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran.

APBDes merupakan dokumen penting bagi desa yang menentukan derap langkah keberlanjutan pembangunan dan jalannya Pemerintah Desa ke depan. Apabila APBDes telah ditetapkan Pemerintahan Desa pada awal tahun, Pemerintah Desa telah dapat melakukan persiapan lebih awal untuk pelaksanaan pembangunan desa.

Kepala Desa Lambur (Cahyono) sedang menanda tangani Dokumen APBDes Desa Lambur Tahun Anggaran 2020

Pada rapat sidang Penetapan APBDes Desa Lambur Tahun 2020 itu Kepala Desa Lambur menyampaikan bahwa setiap kegiatan atau program kerja yang dimasukan dalam APBDes untuk dilaksanakan tepat pada waktu yang telah ditentukan mengingat nantinya pasti akan ada perubahan-perubahan dalam pelaksanaan.

Hal tersebut berkaitan dengan efisiensi waktu guna terciptanya peningkatan kinerja pemerintah desa. Dan perlu diketahui bersama bahwa ada perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2020 ini Pemerintah Desa Lambur akan fokus pada peningkatan sumber daya manusia atau program pemberdayaan yang meliputi peningkatan fasilitas dan pelayanan publik, kesehatan, sosial, budaya, pertanian dan peternakan, keterampilan dan bidang perekonomian lainnya.

Adapun untuk pembangunan sarana prasarana pun tetap dilaksanakan seperti pembangunan saluran drainase dan irigasi, senderan, RTLH, jambanisasi, jalan gang dan lain-lain.

Ketua BPD (H. Yudiono Eko Nurwahid, Ners) sedang menanda tangani dokumen APBDes Desa Lambur Tahun Anggaran 2020

Hadir pada acara tersebut, Kepala Desa Lambur beserta Perangkat Desa, Ketua BPD beserta anggota, LPMD, TP PKK, Karang Taruna, KPMD, KPM dan Tokoh Masyarakat.

Sambutan Kepala Desa Lambur saat Musyawarah Desa Penetapan APBDes Desa Lambur T.A 2020

Program Inovasi Desa “HYDRAM” Sebagai Solusi Kebutuhan Air Warga Desa Lambur.

Pemaparan tentang Hydram di depan Pemdes Desa Lambur dan BPD serta LPMD oleh Sang Pelopor Program Hydram, Zuldan Alfarizy

Lambur, Sabtu 09 Feb 2020_ Pompa hydram, berasal dari kata Hydraulic Ram Pump, yang berarti pompa air dengan tenaga hantaman air. Pompa hydram atau singkatan dari hydraulic ram berasal dari kata hidro = air (cairan), dan ram = hantaman, pukulan atau tekanan, sehingga terjemahan bebasnya menjadi Tekanan Air.

Hydram adalah salah satu jenis pompa air yang bekerja tidak menggunakan tenaga listrik atau bahan bakar minyak. Pompa ram bekerja karena dijalankan oleh tenaga air itu sendiri, dengan memanfaatkan sejumlah besar tenaga aliran air. Pompa ini akan menaikkan air ke tempat yang lebih tinggi.

Saat ini Desa Lambur sedang merancang Program Inovasi Desa Unggulan yakni Pompa Hydram yang digadang-gadang bakal menjadi solusi untuk permasalahan air warga yang saat ini masih kekurangan air bersih.

Meskipun sudah ada Program Pamsimas namun ada beberapa wilayah yang belum tercukupi kebutuhan air bersihnya antara lain : RT.014, RT.015, RT.016, RT.021, RT.022. Juga wilayah Dukuh Lambur I RW.001 yang saat ini sudah terpenuhi kebutuhan air bersihnya tapi mengandalkan energi listrik sehingga perlu biaya besar untuk ongkos bayar listrik PLN dan perbaikan mesin pompa listriknya, belum lagi untuk biaya oprasional petugas dan lain sebagainya.

Zuldan Alfarizy, seorang pemuda Desa Lambur merasa terpanggil untuk mencari solusi permasalahan air untuk warga yang hingga saat ini masih kekurangan air bersih, lalu dia menemukan ide cemerlang untuk membuat pompa air tanpa listrik yang disebut Hydram. Kemudian dia menyampaikan keinginannya itu kepada Kepala Desa Lambur.

Gayungpun bersambut, Kepala Desa Lambur (Bapak Cahyono) menyetujui dan sangat mengapresiasi gagasan yang diutarakan Zuldan yang merupakan salah satu pengurus Bumdes sekaligus kader KPMD tersebut. Berbekal tekad dan semangat berinovasi untuk desanya dan dengan dukungan penuh Pemerintah Desa Lambur akhirnya Pembuatan Pompa Hydram pun dimulai. Dan untuk pembuatan hydram ini membutuhkan dana kurang lebih Rp. 7.500.000,- (Tujuh juta lima ratus ribu rupiah).

Proses Pembuatan Pompa Hydram

Program Hydram ini sangat bermanfaat bagi warga yang saat ini belum tercukupi kebutuhan airnya dan khususnya yang letak rumahnya berada diatas / lebih tinggi dari sumber air. Dan tidak itu saja, nantinya Hydram ini bisa diaplikasikan untuk pertanian yaitu untuk mengairi lahan persawahan atau perkebunan yang kesulitan air.